Warga Rarat Desak Kejari SBT Tahan Mantan Bendahara Tersangka Korupsi DD

  • Share

SBT,Medgo.ID,- Kejaksaan Negeri ( Kejari) Seram Bagian Timur ( SBT), Maluku didesak untuk segerah menahan mantan bendahara desa Rarat, Ahmad Lapang Rumalean atas kasus dugaan korupsi Dana Desa tahun 2017 – 2019.

Desakan penahanan itu datang dari warga desa setempat. Warga mendesak agar mantan bendahara Ahmad Lapang Rumalean juga ditetapkan sebagai tersangka bersama mantan pejabat Negeri Rarat Muhammad Yusuf Rumalean.

Sebab, meski tersangka mantan penjabat Muhammad Yusuf Rumalean sudah dipenjara setahun lebih, namun Ahmad Lapang Rumalean tidak tersentuh oleh hukum. Seharusnya ada jeratan hukum yang didapatkan oleh mantan bendahara itu, ini sama sekali tidak atau dapat dikatakan Kebal Hukum.

Lihat juga :  Masuk P-19, Berkas Kasus ADD/ DD Buano Utara Dikembalikan ke Kejari SBB

Salah satu tokoh masyarakat Negeri Rarat, Karama Buano mengungkapkan, pihaknya telah melayangkan surat permohonan penahanan terhadap mantan bendahara desa Rarat itu, lantaran mantan bendahara ini sudah menjadi tersangka berdasarkan tuntutan jaksa dan salinan amar putusan pengadilan Negeri Ambon pada 3 Juli 2021 lalu.

” Sudah jadi tersangka, namun mantan bendahara desa Rarat tidak ditahan dan dibiarkan berkeliaran, kemana penegak hukum.” tanya Karama.

Ia juga mempertanyakan, sejauh mana pihak Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur (SBT) melakukan proses hukum lanjutan terhadap tersangka Ahmad Lapang Rumalean.

Karama mintakan dan mendesak agar Kejari SBT bekerja serius guna menuntaskan kasus korupsi Dana Desa Negeri Rarat tahun 2017, 2018 hingga 2019 itu. ” Dan yang terpenting adalah menahan mantan bendahara desa Ahmad Lapang Rumalean itu yang sudah menjadi tersangka itu.” tegasnya.

Lihat juga :  Korupsi ADD dan DD, Mantan Kades Skikilale Kabupaten Buru Masuk Bui

Dijelaskannya, padahal perbuatan tersangka Ahmad Lapang Rumalean dan pejabat Yusuf Rumalean saat itu, telah merugikan negara sebesar 600 juta rupiah, sehingga ini tidak masuk akal jika mantan pejabat Yusuf Rumalean dipenjara, sedangkan Ahmad Lapang Rumalean tidak dipenjara masih berkeliaran di kampung halamannya.

Masyarakat Negeri Rarat memohon kepada Kejaksaan Negeri agar pelaku kejahatan korupsi yang selama ini meresahkan warga masyarakat agar dapat segera ditahan. Sekali lagi, kami berharap, lewat pengaduan ini, kepala Kejari SBT dapat mengadili dan memberi efek jera kepada pelaku kejahatan.

Lihat juga :  Kasus Gratifikasi Insfrastruktur di Kabupaten Bursel, KPK Periksa 14 Saksi

” Kami juga meminta agar jaksa menindaklanjuti dan proses sesuai ketentuan perundang – undangan yang berlaku. ” Ucapnya kepada media ini, Jumat (17/6/2022).

Labih lanjut, tokoh masyarakat Negeri Rarat ini mengaku, empat hari yang lalu, pihaknya telah melayangkan surat permohonan, tapi hingga kini surat permohonan tersebut belum juga direspon dan ditindaklanjuti oleh pihak Kejaksaan Negeri setempat.

” Surat permohonan kita sudah sampaikan empat hari yang lalu, tapi sampai hari ini belum ada tanda – tanda, ” Pungkasnya.( Wattimena)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.