Diduga Perkosa Gadis 18 Tahun, GMNI Buru Selatan Kutuk Perbuatan Oknum Guru Kontrak

  • Share

Buru Selatan, Maluku.Medgo.ID,- Tindakan dugaan pemerkosaan yang dilakukan oknum guru kontrak pada SD Negeri 06 Waesama berinisial ( LOS) terhadap seorang gadis dibawa umur berinisial ( WB) didesa setempat mendapatkan perhatian serius dari Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ) Kabupaten Buru Selatan Epot Latbual

DPC GMNI bahkan mengutuk keras perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum guru kontrak tersebut. Disampaikan Latbual, saya mengutuk dan sesalkan tindakan tidak terpuji yang dilakukan oknum guru Kontrak terhadap seorang gadis yang masih berusia 18 tahun itu.

Lihat juga :  Bupati Safitri Malik Sebut Natal Pembawa Terang Bagi Umat Manusia

Seharusnya oknum guru tersebut memberikan panutan yang baik, bukan mengambil kesempatan yang ada dengan menyetubuhi tubuh korban yang tak berdaya dengan menebar ancaman.” Perbuatan yang sudah mencoreng wajah pendidikan, khusus sekolah yang menampung oknum guru kontrak tersebut.” ungkap Latbual.

Dikatakannya, pertemuan korban dan pacarnya yang ditemukan pelaku ( Guru Kontrak) saat berduaan seharusnya diingatkan dan diberi nasehat, bukan malah menyentuh tubuh korban saat pacar korban melarikan diri karena takut.

Disitu pula, pelaku beraksi walaupun sempat ditolak korban,namun pelaku mengancam melaporkan kejadian korban sama pacarnya ke kakak korban dan kepala desa. Dengan ancaman itu, korban terpaksa memberikan harga dirinya kepada pelaku.” Ini perbuatan bejat, dan tidak senonoh, harus ada efek jera kepada pelaku agar tidak dapat mengulangi lagi perbuatannya.” tegas Latbual.

Lihat juga :  BRI Gandeng Pemda Bursel Bukber, juga Bagi Sembako ke Kaum Dhuafa

Yang kami kesalkan lagi pelaku sudah menikah dan memiliki dua anak kemudian seorang pendidik.” tambah Latbual melanjutkan.

Dengan adanya perbuatan ini, kami atas nama DPC GmnI meminta kepada pemerintah daerah setempat, dalam hal ini dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Buru Selatan untuk segera nonaktifkan pelaku sebagai guru sekolah dasar tersebut.

Demikian agar jangan sampai generasi lainnya menjadi korban berikutnya. Dan kami berharap kepada pihak penegak hukum dalam hal ini (kepolisian) agar dapat menyelesaikan persoalan ini sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sesuai dengan Perundang – Undangan.” harap Latbual ( Rdksi).

Lihat juga :  DPD KNPI Bursel Minta Polisi Proses Hukum Pelaku Pemukulan Anak Dibawah Umur

 

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.